Pada
pagi hari ini aku mulai menyeduh teh hangat ku sambil menikmati suasana
matahari pagi. Disamping itu suasana hari ini tampak damai dan hangat. Kini aku
hanya duduk terdiam merenung akan suasana hati yang tak menentu hari ini.
Hatiku tampak bimbang karena ada suatu peristiwa yang tak terduga tapi aku
mulai mencoba untuk melupakan sejenak agar tidak mempengaruhi aktivitas pagi
hari ini.
Tanpa
terasa matahari kini mulai menyengat,teriknya sungguh tak terduga secepat
itukah pagi ini berakhir. Ya begitulah hanya aku dan handphone ku mulai
menikmati liburan hari ini, ya tampak membosankan meski begitu aku mencoba
berbagai aktivitas yang mungkin menyenangkan bila dijalani dengan tidak sungguh
sungguh
Sadarkah
aku? Begitulah aku hanya melamunkan apa yang ada disaat matanya tertuju kepadaku
dan serasa aku mulai di mabuk cinta kepada nya. Bimbang, ya begitulah bunyinya
ragu untuk mengatakan padahal aku juga punya rasa yang sama tak jauh beda. Kalau
dibilang kepedean sih bisa jadi soalnya modal tampan aja ngak cukup untuk abad
20an ini iyakan.
Sejauh
ini tanpa sadar diriku larut olehnya dan tanpa diduga hati ini mulai jatuh
dalam genggamannya. Inikah cinta? Atau hanya rasa yang berbeda yang
diberikannya kepadaku? . Aku masih meragukannya apakah hal itu benar-benar
cinta atau hal yang berbeda dibalik kekuranganku. Ragu, perasaanku yang masih
bimbang tentang rasa cinta ini tapi hal itu membuat semangat dalam aktivitasku
semakin bertambah
Ya
dengan pasti aku sebut ini “Cinta” mereka hanya bisa merasakan dan tak perlu
ada buku yang membahasnya. Aku yakin bisa ,dengan hal ini dan dengan
keterbatasan ini aku mulai melangkah maju untuk membuka jati diri sebagai pria
sejati. Dengan langkah hati –hati diriku mulai mendekatinya tanpa ada seorang
pun yang sadar akan hal ini.
Hanya
dia dan aku, aku mungkin bisa membaca apa yang ada di matanya meski tampak
keraguan tapi bisa kusebut itu cinta yang rumit. Aku mulai mengajaknya
berbicang dengan sesuatu yang umum dimata kita sampai sesuatu yang bersifat
pribadi dan hanya diantara kita sajalah yang tahu dan mengerti
Semakin
akrab jarak diantara kami dan rasa cinta itu mulai berbunga, tanpa sadar
tangannya mulai menggenggam tanganku dan kepalanya menyandar di bahu kiriku.
Aku hanya terdiam seolah tidak menghiraukannya tetapi dia semakin mendekatiku
hingga jantungku terdengar berdetak cukup keras di telinganya. Aku tidak
mungkin melepasnya hal ini sungguh romantis sekali untuk di publikasikan ingin
sekali aku mangabadikannya dan dia mencegahnya seolah berkata “ini hanya kita
dan untuk kita”.
Aku
mulai menjaga diri dan bersikap seperti biasa seolah semua berjalan seperti
sebelumnya dan ketika pulang sekolah kami sempatkan sesering ungkin untuk
berbincang-bincang sepulang sekolah. Dan hal tersebut terjadi hingga saat
ini……….
*Cerita ini hanyalah fiksi dari
pada nganggur ngk ngapa-ngapain mending bikin tulisan biar ada inovasi baru J follow juga @aji_ishma
,thanks...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar