Minggu, 07 Juli 2013

Angin bersemi yang Indah


                Pada pagi hari ini aku mulai menyeduh teh hangat ku sambil menikmati suasana matahari pagi. Disamping itu suasana hari ini tampak damai dan hangat. Kini aku hanya duduk terdiam merenung akan suasana hati yang tak menentu hari ini. Hatiku tampak bimbang karena ada suatu peristiwa yang tak terduga tapi aku mulai mencoba untuk melupakan sejenak agar tidak mempengaruhi aktivitas pagi hari ini.

                Tanpa terasa matahari kini mulai menyengat,teriknya sungguh tak terduga secepat itukah pagi ini berakhir. Ya begitulah hanya aku dan handphone ku mulai menikmati liburan hari ini, ya tampak membosankan meski begitu aku mencoba berbagai aktivitas yang mungkin menyenangkan bila dijalani dengan tidak sungguh sungguh
                Sadarkah aku? Begitulah aku hanya melamunkan apa yang ada disaat matanya tertuju kepadaku dan serasa aku mulai di mabuk cinta kepada nya. Bimbang, ya begitulah bunyinya ragu untuk mengatakan padahal aku juga punya rasa yang sama tak jauh beda. Kalau dibilang kepedean sih bisa jadi soalnya modal tampan aja ngak cukup untuk abad 20an ini iyakan.
                Sejauh ini tanpa sadar diriku larut olehnya dan tanpa diduga hati ini mulai jatuh dalam genggamannya. Inikah cinta? Atau hanya rasa yang berbeda yang diberikannya kepadaku? . Aku masih meragukannya apakah hal itu benar-benar cinta atau hal yang berbeda dibalik kekuranganku. Ragu, perasaanku yang masih bimbang tentang rasa cinta ini tapi hal itu membuat semangat dalam aktivitasku semakin bertambah
                Ya dengan pasti aku sebut ini “Cinta” mereka hanya bisa merasakan dan tak perlu ada buku yang membahasnya. Aku yakin bisa ,dengan hal ini dan dengan keterbatasan ini aku mulai melangkah maju untuk membuka jati diri sebagai pria sejati. Dengan langkah hati –hati diriku mulai mendekatinya tanpa ada seorang pun yang sadar akan hal ini.
                Hanya dia dan aku, aku mungkin bisa membaca apa yang ada di matanya meski tampak keraguan tapi bisa kusebut itu cinta yang rumit. Aku mulai mengajaknya berbicang dengan sesuatu yang umum dimata kita sampai sesuatu yang bersifat pribadi dan hanya diantara kita sajalah yang tahu dan mengerti
                Semakin akrab jarak diantara kami dan rasa cinta itu mulai berbunga, tanpa sadar tangannya mulai menggenggam tanganku dan kepalanya menyandar di bahu kiriku. Aku hanya terdiam seolah tidak menghiraukannya tetapi dia semakin mendekatiku hingga jantungku terdengar berdetak cukup keras di telinganya. Aku tidak mungkin melepasnya hal ini sungguh romantis sekali untuk di publikasikan ingin sekali aku mangabadikannya dan dia mencegahnya seolah berkata “ini hanya kita dan untuk kita”.
                Aku mulai menjaga diri dan bersikap seperti biasa seolah semua berjalan seperti sebelumnya dan ketika pulang sekolah kami sempatkan sesering ungkin untuk berbincang-bincang sepulang sekolah. Dan hal tersebut terjadi hingga saat ini……….


*Cerita ini hanyalah fiksi dari pada nganggur ngk ngapa-ngapain mending bikin tulisan biar ada inovasi baru J follow juga @aji_ishma ,thanks...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar